Bupati Lembata Dinilai Paranoid

Jakarta, Indonesianway.com – Kisruh terkait pidato Yance Sunur, Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Hari Kemerdekaan 17 Agustu lalu yang menuduh orang-orang Lembata di Jakarta melahirkan kekisruan di Lembata masih terus berlanjut.

Bupati Yance pun dianggap paranoid dan cenderung lari dari persoalan.

“Mestinya, jika ada hal-hal terkait kejadian di Lembata, Bupati membangun komunikasi kontruktif. Warga asal Lembata di Jabodetabek juga bisa membantu dengan caranya masing-masing,” ujar Alexander Atawolo, Sekertaris Keluarga Besar Lembata (KBL) Jabodetabek di Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Dalam pidatonya saat perayaan HUT RI ke-68 itu, Yance menanggapi berita tentang penyelundupan pasir besi asal Lembata beberapa waktu lalu yang menurutnya merupakan berita bohong.

“Informasi tentang penyelundupan pasir besi yang diduga dibekingi oleh oknum unsur Pemerintah Daerah yang dibawa ke Jakarta dari wilayah Kedang yang menurut penyampaian seorang ada kandungan emas 3 KG dan kalau diuangkan sebesar Rp 2 miliar lebih adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat”, kata Yance.

Ia curiga karena katanya, berdasarkan pengakuan seseorang di Jakarta, ada konspirasi oknum-oknum yang mau merusak kredibilitas Pemerintah Daerah dengan menyuruh orang lain membuat pernyataan dan pengakuan yang tidak benar atau berbohong.

Menurutnya, persoalan ini tentu saja tetap mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah.

“Karenanya saya berharap kita menjaga kebersamaaan ini dengan memfilter informasi yang selektif sebelum informasi ini kita sampaikan ke tengah masyarakat supaya persoalan apapun dapat kita pertanggungjawabkan”, tegasnya.

Atawolo mengatakan, masyarakat asal Lembata di Jabodetabek resah menanggapi tudingan Bupati Yance.

“Pernyataan seperti ini hanya lahir dari orang yang cemas dan ketakutan,” kecam Atawolo.

Informasi penyelundupan pasir besi asal Lembata terkuak ketika pada Sabtu, 27 Juli lalu, ditemukan kurang lebih 10 ton pasir besi tanpa dokumen di Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan, Propinsi Banten.

Pasir yang diduga mengandung bahan mineral seperti emas, perak, dan tembaga tersebut diangkut sekitar Mei-Juni 2013 dari Lembata. Sampai sekarang, kasus ini sedang ditangani oleh polisi.

Menurut Direktur Yayasan Peduli Sesama NTT Isidorus Kopong Udak, jika ada pasir emas, tembaga, dan perak yang diselundupkan ke luar NTT, hal itu tentu melibatkan warga Lembata. Oknum dari Lembata menginformasikan dan memberikan semua petunjuk itu agar penyelundupan lolos dari pantauan aparat keamanan.

“Akitivitas itu diduga dibocorkan salah satu atau dua pelaku yang merasa dirugikan dari kegiatan yang diprediksi sudah berlangsung lama itu. Pasir sudah diproses atau dijual,” ujar Udak.

Hasil foto satelit yang dilakukan Merukh Enterprices Corp pada 2007 memperlihatkan, cadangan emas, perak, dan tembaga di Lembata berkualitas dunia. Emas dan tembaga itu berada di kedalaman 21.000 meter dari permukaan tanah.

“Merukh telah melakukan pengeboran di daratan Pulau Lembata. Setiap 15 titik pengeboran dilakukan dengan kedalaman 50 meter, potensi emas mencapai 700 juta ton,” lanjut Udak. (RL)

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply