Uskup Australia Desak Paus Gelar Konsili Sikapi Skandal Seks Dalam Gereja Katolik

Sydney, Indonesianway.com – Seorang Uskup dari Australia mendesak Paus Fransiskus mengadakan konsili – pertemuan yang melibatkan para uskup dari seluruh dunia – untuk  membahas sikap Gereja Katolik dalam menghadapi kasus pelecehan seksual yang melibatkan para imam di sejumlah tempat, termasuk di Australia.

Uskup Geoffrey Robinson secara resmi menyampaikan desakan tersebut Selasa (4/6/2013), pada saat peluncuran buku terbarunya, berjudul For Christ’s Sake: End Sexual Abuse in the Catholic Church…for Good (Demi Kristus: Akhiri Pelecehan Seks dalam Gereja Katolik…demi Kebaikan) dan petisi berisi ajakan kepada semua umat katolik untuk mendesak Paus mengambil sikap tegas terhadap masalah pelecehan seks. Petisi ini sudah ditandatangani oleh lebih dari lebih dari 19.000 orang.

Dalam wawancara dengan Jamie Manson dari National Catholic Reporter, Uskup Robinson mengatakan, petisinya bertujuan mengingatkan Paus bahwa sudah saatnya Gereja membuat pembaruan dengan berani membahas secara terbuka isu yang selama ini terkesan ditutup-tutupi.

Untuk melakukan hal itu, kata dia, Paus Fransikus harus mendengarkan masukan dari umat Katolik di seluruh dunia.

“Pandangan dari 1,2 miliar umat Katolik terkait sikap yang mesti diambil Gereja dalam menyikapi skandal seks harus diperhitungkan”, ungkapnya seperti dilansir Ucanews.

Uskup Robinson menjelaskan, petisi yang ia gagas menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk berbicara dan menuntut tindakan yang lebih radikal dan komprehensif menyikapi masalah skandal seks, karena menurut dia, selama ini sikap Gereja Katolik belum tegas dan terkesan hanya menjaga kewibawaan lembaga, lalu melupakan para korban.

“[Petisi] ini merupakan upaya untuk memberi umat katolik kesempatan menyampaikan suara dan untuk memungkinkan suara kolektif mereka menjadi begitu kuat sehingga akan terdengar keras dan jelas di Vatikan”, jelasnya.

Ia pun mengaku, sungguh berharap pada Paus Fransiskus mengatasi persoalan ini.

“Dia (Paus Fransiskus) telah banyak menyuarakan hal-hal baik dan melakukan banyak hal yang menarik sejauh ini. Dia telah mengatakan, ketika kita memikirkan kaum miskin dan mereka yang terluka, kita harus memberikan tempat khusus untuk korban pelecehan di dalam Gereja”, katanya.

Ketika ditanyai, mengapa ia begitu vokal memperjuangkan hal ini, meski Uskup lain di Australia sepertinya enggan bersikap, Uskup Robinson mengatakan, Gereja Katolik memiliki sejumlah keburukan, tapi di balik itu semua, ada keindahan yang terpancar jelas dan ia mengaku akan melihat keindahan itu, bila Gereja mau mengatasi keburukan yang sedang terjadi.

Ia pun mengatakan, petisi yang dibuatnya tidak bermaksud menantang Paus Fransiskus.

“Saya ingin bekerja bersamanya dan menunjukkan kepada dia bahwa orang Katolik berada bersamanya dan akan memberikan berbagai dukungan untuk membantu dia menghilangkan masalah pelecehan seksual”, jelas Uskup asal Sydney ini. (RL)

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

2 Responses

  1. Feir Sam07/06/2013 at 15:56Reply

    Tq YM Uskup Robinson. Smg himbaun yg Mulia didengar sampe di Vatikan agr para imam trhindar dr prbuatn yg tdk trpuji itu. Shyalom…..

  2. ryan koda08/10/2013 at 09:29Reply

    Saya setuju dgn tindakan yg diambil yg mulia uskup astralia….untuk menyelamatkan gereja kita hrs ada org yg beranikah sprti bp uskup

Leave a Reply