Sekilas Tentang Kaspersky Security for Virtualization 2.0

Jakarta, Indonesianway.com – Kaspersky Lab baru-baru ini Kaspersky Security for Virtualization 2.0, versi terbaru solusi keamanan untuk mesin virtual yang menggunakan platform VMWare. Kaspersky Security for Virtualization 2.0 memiliki beberapa fitur yang membuat perlindungan mesin virtual menjadi efisien.

Contohnya Perlindungan Jaringan. Ini adalah tools untuk memindai lalu lintas masuk, keluar dan internal untuk mendeteksi upaya penyusupan jaringan dan merupakan kebutuhan untuk jaringan fisik maupun virtual. Kaspersky Security for Virtualization 2.0 versi update mencakup sistem perlindungan intrusi (IDS/IPS), sehingga memberikan keamanan jaringan virtual.

Hal ini dimungkinkan karena adanya integrasi dengan VMware vCloud Ecosystem Framework, bagian dari solusi VMware vCloud Networking and Security. Kaspersky Lab adalah vendor pertama yang mengintegrasikan teknologi tersebut dalam produknya.

Perlindungan terhadap malware menggunakan Kaspersky Security Network adalah fitur lain yang ada pada Kaspersky Security for Virtualization 2.0. Malware adalah salah satu ancaman paling dominan pada sistem fisik maupun virtual.

Kaspersky Security for Virtualization 2.0 melindungi sistem file mesin virtual dari ancaman malware secara real-time berkat Kaspersky Security Network, yang memberikan informasi tentang ancaman baru dan memungkinkan penerapan tindakan perlindungan yang tepat dengan segera.

Fitur Shared Cache meningkatkan kinerja perlindungan. Workstations pada mesin virtual bisa berisi sejumlah objek identik, misalnya, file sistem. Pemindaian file-file ini di setiap mesin virtual menciptakan beban tambahan pada server. Fitur baru Shared Cache membantu menghindari hal ini. Begitu Kaspersky Security for Virtualization 2.0 memindai file di satu mesin virtual dan menyatakan file tersebut bersih, hal ini akan disimpan di dalam cache aplikasi.

Jika di kemudian hari, KSV 2.0 Kaspersky Lab mendeteksi file yang sama pada mesin virtual lain, referensi di dalam cache yang ada akan digunakan sehingga tidak perlu membuang waktu untuk memindai ulang file yang sama.

Model lisensi ‘per inti’ (per core) membantu menentukan jumlah lisensi yang dibutuhkan untuk melindungi infrastruktur virtual perusahaan. Seringkali pemilik data center dan layanan infrastruktur kesulitan dalam memperkirakan jumlah server virtual aktif dan workstation.

Oleh karena itu, bisa saja timbul masalah saat menghitung jumlah lisensi software perlindungan yang dibutuhkan untuk mesin virtual. Model lisensi ‘per core’ yang baru mengatasi masalah ini: perusahaan bisa membeli satu lisensi untuk prosesor inti yang mengontrol mesin virtual, dan memungkinkan perlindungan untuk berapapun jumlah mesin yang ada.

Kurangnya tools manajemen terpusat bisa menjadi masalah saat mengelola infrastruktur TI perusahaan yang multikomponen. Fitur Kaspersky Security Center memberikan konsol administrasi tunggal agar spesialis TI bisa memonitor status seluruh workstation yang terlindungi dalam perusahaan, baik fisik maupun virtual.

Hal ini sangat memudahkan terutama ketika node jaringan lain juga dilindungi oleh produk dan teknologi Kaspersky Lab. Manajemen terpusat sangat memfasilitasi perlindungan mesin virtual dan membantu memastikan berjalannya kebijakan keamanan perusahaan.

Kaspersky Security for Virtualization 2.0 sudah bisa didapatkan melalui partner-partner Kaspersky Lab. Produk ini bisa dibeli sebagai solusi mandiri untuk lingkungan VMware, atau diintegrasikan dalam rangkaian lengkap teknologi perlindungan endpoint dari Kaspersky Lab. (HK)

 

 

 

 

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply