Menuju Pilgub NTT Putaran 2: Kinerja Frans Lebu Raya Selama Jadi Gubernur (2)

Sebelumnya, kami mengupas tema tentang Penetrasi Lippo Group Ke Sektor Publik selama Frans Lebu Raya (FLR) menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT ) periode 2008-2013. Kini, kami  mengangkat topik  gagalnya FLR memetik keuntungan dari Blok Migas dan Gas Kolbone (Soe).

Tidak Dapat Apa-apa Dari Blok Kolbone

Blok Minyak dan Gas Kolbone ini terletak di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pada tahun 2011, BPMIGAS (institusi yang telah dibubarkan Mahkamah Konstitusi karena inkonstitusional itu ) telah memenangkan tender Blok Kolbone kepada perusahaan asal Italia, bernama Eny Spa.

Kinerja Eny Spa di blok migas ini mendapat penolakan serius dari warga setempat, karena dalam proses survey seismic dan studi kelayakan lingkungan, tidak beres. Meski demikian, gubernur adalah otoritas yang berwenang soal migas.

Sampai sekarang, FLR belum memiliki niat dan rencana sedikitpun mengambil participating Interest sebesar 10 persen di blok migas tersebut. Padahal, beberapa gubernur di Indonesia ramai-ramai mengajukan permohonan untuk meminta jatah 10 persen saham di perusahan migas agar industri pupuk di daerah mekar dan penerimaan daerah terbantu.

Pertanyaannya, mengapa FLR belum memiliki niat dan rencana sedikitpun mengambil participating Interest sebesar 10 persen di blok migas tersebut? Entahlah.

Sebagai catatan, gas adalah bahan baku pupuk. Perusahaan pupuk akan berkembang jika ada gas. Jika saja FLR punya visi, bisa saja mendirikan perusahaan pupuk dekat blok migas tersebut agar masyarakat petani mendapat pupuk dengan harga murah.

Bersambung

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply