12 Calon Hakim Agung Ikut Fit and Proper Test di DPR

Jakarta, Indonesianway.com – Komisi Yudisial menyerahkan 12 nama calon hakim agung (CHA) yang lulus seleksi  tahap akhir  kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin, (14/5). Para calon hakim agung tersebut selanjutnya akan mengikuti fit and proper test di DPR.

Dalam proses seleksi kali ini,  tidak ada satupun calon  yang berasal dari non karier  akan mengikuti fit and proper test tersebut.  Para calon yang lulus semuanya berasal dari hakim karier.

Mengenai tak ada CHA dari jalur non karier, Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman, menilai tidak ada yang memenuhi syarat dari jalur tersebut. “Nilainya tidak cukup kok,” katanya.

Menurut Eman, dari hasil seleksi KY, memang cuma 9 nama yang memenuhi syarat yang ditetapkan. Untuk mengakomodir keinginan MA yang meminta 5 orang Hakim Agung, seharusnya 15 nama diajukan ke DPR. Tapi KY mencoba memilih 3 terbaik tambahan.

“Yang memenuhi syarat sebenarnya cuma 9, yang 3 hanya kami dongkrak,” kata Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2012).

Sebelumnya, KY menyeleksi 45 calon hakim agung untuk menggantikan  5 hakim agung yang akan memasuki masa pensiun. Dari 45 calon yang ikut seleksi, hanya 12 calon yang dianggap layak mengikuti seleksi fit and proper test di DPR.

Penyerahan nama tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 18  Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial menyatakan bahwa “dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari terhitung sejak berakhirnya seleksi uji kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Komisi Yudisial menetapkan dan mengajukan 3 (tiga) calon hakim agung kepada DPR untuk setiap 1 (satu) lowongan hakim agung dengan tembusan disampaikan kepada Presiden”.

Berdasarkan ketentuan di atas, dengan perbandingan  satu lowongan  akan diperebutkan tiga orang  CHA maka  dari jumlah 12 CHA tersebut  akan mengisi posisi 4 jabatan hakim agung yang kosong di Mahkamah Agung.

Berikut nama 12 orang yang akan dipilih DPR:

  1. Amriddin, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Padang, spesialis perkara pidana
  2. Mayjen Burhan Dahlan, Kepala Pengadilan Militer Tinggi Utama 2, spesialis perkara pidana militer
  3. Desnayeti, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Padang, spesialis perkara pidana
  4. Heru Iriana, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Semarang, spesialis perkara perdata
  5. I Gusti Agung Sumanatha, Kapusdiklat Teknis Peradilan MA, spesialis perkara perdata
  6. James Butarbutar, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, spesialis perkara perdata
  7. Made Rawa Aryawan, Wakil Kepala Pengadilan Tinggi Manado, spesialis perkara pidana
  8. Maria Anna Samiyati, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Yogyakarta, spesialis perkara perdata
  9. Muhammad Daming Sunusi, Kepala Pengadilan Tinggi Banjarmasin, spesialis perkara perdata
  10. M. Syarifuddin, Kepala Badan Pengawas MA, spesialis perkara pidana
  11. Ohan Burhanudin, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Medan, spesialis perkara perdata
  12. Wahidin, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jambi

 

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply