Perdana Karya Hentikan Kontrak dengan BKPL

Jakarta, Indonesianway.com – PT Perdana Karya Perkasa Tbk melaporkan Kontrak sewa peralatan pertambangan kepada pelanggan PT Bangun Karya Pratama Lestari ( BKPL ) yang seharusnya berjangka waktu 3(tiga) tahun sampai dengan 31 Oktober 2012 senilai US$.1.128 miliar  per tahun dihentikan lebih awal pada tanggal 31 Januari 2012.

Penghentian itu terjadi  karena alasan penghentian operasi pertambangan pelanggan yang bersangkutan. PT Bangun Karya Pratama Lestari (BKPL) yang merupakan subkontraktor PT BBK, menderita kerugian puluhan miliar akibat tidak beroperasi selama tiga bulan.

Pada 2010 lalu, Mabes Polri mulai bertindak tegas terhadap para penunggak pajak. Salah satunya, PT Batubara Bukit Kendil (BBK), perusahaan tambang batubara di Muara Enim, Sumatera Selatan, terpaksa dihentikan operasionalnya oleh Direktorat V, Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri.

Alasan pemberhentian operasi, karena perusahaan yang telah beroperasi sejak 13 tahun silam itu ternyata tidak memenuhi izin operasional perusahaan pertambangan. Selama itu juga, perusahaan tersebut tak menyetorkan pajak pada negara.

Penutupan Tambang PT Batubara Bukit Kendi (BBK) oleh Bareskrim RI, mulai menuai masalah baru. (BKPL) yang merupakan subkontraktor PT BBK, menderita kerugian puluhan miliar akibat tidak beroperasi selama tiga bulan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI, 23/4 ), meskipun demikian, pada tanggal 15 Februari 2012, perseroan memperoleh kontrak pekerjaan baru dari pelanggan PT Vico Indonesia No. Kontrak 47750 untuk pekerjaan Inplant and Flowline Surface Facilities senilai Rp192.059 miliar. Jangka waktu kontrak selama  2(dua) tahun sampai dengan 14 Februari 2014.

Sebagaimana diketahui, Vico adalah pelanggan dengan penjualan meliputi 10% atau lebih dari pendapatan Perseroan. Pada tahun berjalan sebagai berikut PT Vico Indonesia Rp 201.947 meningkat 51,82 % dibandingkan tahun 2010 Rp 148.181 miliar. Selain Vico, PT Salamander Energy Rp 6 4.346 miliar meningkat sebesar 16,51 % dibandingkan tahun 2010.

Laba usaha RP 31,208 miliar per akhir tahun 2011, atau lebih besar dibandingkan tahun 2010 Rp27,772 miliar. Sementara laba setelah pajak turun tajam menjadi Rp 2.919 miliar dibandingkan tahun 2010 Rp8, 103 miliar. Pendapatan usaha Rp 3 89.723 miliar atau naik dibandingkan tahun 2010 Rp 2 90.440 miliar.

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply