ANTAM Berencana Bangun Smelter Bauksit di Kalbar & Riau

Jakarta, Indonesianway.com -PT. Aneka Tambang Tbk (ANTAM ) berencana membangun pabrik pengolahan bauksit Smelter Grade Alumina (SGA) dan Chemical Grade Alumina (CGA) di Kalimantan Barat dan Riau. Masing-masing pabrik berkapasitas 300 ribu ton alumina per tahun dan 720 ribu ton alumina per tahun. Total kebutuhan bahan baku bauksit paling sedikit 3,42 juta ton per tahun. Rencana ANTAM ini tertuang dalam rillis kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral hari ini (10/4).

Rencana pembangunan pabrik tersebut dilakukan mengingat Kalimantan Barat dan
Kepulauan Riau adalah pengahasil bauksit terbesar di Indonesia. Jumlah pemegang izin usaha pertambangan (IUP)  potensi sumber daya bauksit yang dimiliki secara keseluruhan mencapai sekitar 3,47 miliar ton.

Apalagi hingga saat ini Indonesia belum memiliki pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina sehingga seluruh bijih bauksit di ekspor ke luar negeri (Jepang dan Cina), sedangkan alumina sebagai bahan baku untuk pembuatan aluminium harus diimpor dari negara lain (Australia).

Sumber daya bauksit milik PT. Antam Tbk yang di Sanggau (Kalimantan Barat) yang luasnya 36.410 Ha besarnya 188,30 juta ton. Dengan asumsi tingkat produksi tetap, maka umur tambang perusahaan ini sekitar 55,06 tahun. Artinya bahwa selama 55 tahun ke depan keberlangsungan kegiatan produksi pabrik smelter alumina milik PT. Antam Tbk dijamin keberadaan oleh sumber daya bauksit yang dimilikinya saat ini.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kepulauan Riau (DESDM Kepulauan Riau, 2011) mencatat bahwa jumlah perusahaan penambangan bauksit yang memiliki IUP di wilayah ini terdapat 32 perusahaan, terdiri dari 3 IUP di Karimun, 12 IUP di Tanjung Pinang, Bintan 9 IUP dan dua perusahaan berada di perbatasan kabupaten.

Di Kalimantan Barat (DESDM Kalimantan Barat, 2011) terdapat 49 perusahaan yang memiliki IUP dengan luas total yang dikuasai sekitar 557.259 Ha, 27 perusahaan berada di Sanggau dengan luas 247.338 Ha.

Di  Bengkayang terdapat 2 perusahaan dengan luas 9.500 Ha, Landak sebanyak 8 perusahaan (57.217 Ha), Kayong Utara 5 perusahaan (9.985 Ha), Kabupaten Pontianak 3 perusahaan (35.250 Ha) dan di perbatasan antar kabupaten/kota sebanyak 4 perusahaan (197.970 Ha).

Jumlah sumber daya bauksit di wilayah ini diperkirakan cukup besar yaitu sekitar 3,29 miliar ton, Sanggau dan lokasi yang berada di wilayah perbatasan dua kabupaten adalah wilayah yang memiliki sumber daya bauksit terbesar masing-masing 1,28 miliar ton dan 1,02 miliar ton. Masa berlakunya IUP tersebut berkisar antara 2 sampai 20 tahun.

Subscribe

Untuk mendapat informasi/artikel terbaru kami, Anda dapat berlangganan secara gratis melalui email. Ketik email Anda, kemudian klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

No Responses

Leave a Reply